Tuesday, 1 December 2015

Buah-buahan untuk MPASI bulan pertama

Tinggal menghitung hari shakindut masuk ke zona MPASI, alhamdulillah ya... hehe.. Si bunda nya jadi sibuk sendiri cari-cari ilmu tentang per-MPASI-an nih.. Termasuk mencari cari informasi kira-kira buah apa yah yang cocok dan aman untuk si kecil di bulan pertama MPASI ini. Berikut buah-buahan yang cocok untuk MPASI  bulan pertama (umur 6 bln) untuk si kecil :


1. Pisang

Kandungan yang terdapat pada buah pisang yaitu fosfor, kalium, asam folat dan juga vitamin A yang baik untuk kesehatan bayi anda. Untuk penyajian pisang pada tahap pengenalan MPASI adalah dengan mengeruk daging buah pisang hingga lembut kemudian sajikan pada bayi. Ada pula yang dibuat campuran bubur atau pure sehingga menambah rasa dan tidak membuat bayi anda bosan.

2. Jeruk

Pemberian buah jeruk memang ada yang mencemasakan ketika dikenalkan pada usia pemberian MPASI. Perlu anda ketahui bahwa jeruk yang baik adalah yang memiliki rasa manis sehingga anda tidak perlu khawatir dengan masalah kesehatannya. Kandungan gizi jeruk sangat bagus yaitu untuk kalsium, kalium, vitamin C, vitamin A, serat dan asam folat yang baik untuk kesehatan bayi. Dalam penyajiannya anda dapat mengupasnya kemudian peras hingga air nya yang diberikan pada bayi. Pemberian secara langsung belum disarankan karena teksturnya masih sulit dicerna oleh bayi.

3. Tomat

Kandungan yang dimiliki tomat seperti kalsium, natrium, serat, protein, magnesium, asam folat dan juga vitamin A. Anda dapat memperkenalkan buah tomat dengan campuran bubur sehingga memiliki rasa yang berbeda. Jadikan tomat sebagai pelengkap atau saus yang disajikan bersama bubur atau pure.

4. Pir

Kandungan gizi di dalam buah pir yaitu fosfor, kalium, kalsium dan juga vitamin C. Kandungan tersebut baik untuk kesehatan bayi.saran penyajian dengan cara potong kecil-kecil buah pir kemudian kukus sampe lunak.

5. Apel

Kandungan gizi di dalam buah apel yaitu kalium,fostor, kalsium, megnesium, vitamin A, vitamin C.saran penyajian kupas kulit apel lalu potong kecil-kecil sesudah itu masukan ke dalam panci, tambahkan air secukupnya atau bisa juga sampe potongan ampel terendam oleh air.sesudah apel lunak kita bisa langsung masukan ke dalam blender.

Sumber : 5 Jenis Buah-Buahan pada Tahap Memperkenalkan MPASI - Bidanku.com http://bidanku.com/5-jenis-buah-buahan-pada-tahap-memperkenalkan-mpasi#ixzz3t3hDh9fP


Friday, 27 November 2015

Mengenal lebih jauh tentang MPASI

Sebentar lagi Shakila masuk ke enam bulan umurnya, so.. sudah bisa MPASI dong.. Asikk..
Sudah gak sabar rasanya, tapi jangan seneng aja.. Bunda ndut harus belajar juga dong dari hal terdasar dari MPASI sampe resep-resepnya juga. Teorinya di mantepin dulu sebelum memulai, jadi pas udah pas enam bulannya tinggal prakteknya. Oke kalo begitu, mari kita belajar.. Smangat :D

Apa MPASI itu

MPASI adalah singkatan dari Makanan Pendamping ASI, itu artinya si kecil sudah boleh dikasih makanan gak melulu ASI.

Kapan si kecil boleh diberikan MPASI

Usia yang paling tepat untuk mulai memperkenalkan MPASI pada bayi adalah 6 bulan, mengapa demikian? Padahal nih dulu pas bayi, ketika bunda ndut umur 2 bulan aja udah dikasih pisang dan aman-aman aja tuh. Iya, karena jaman sudah berubah demikian juga dengan ilmu dan teknologi. Ilmu medis terus berkembang dan berubah berdasarkan riset-riset yang terus dilakukan oleh para peneliti. Dan untuk riset tahun-tahun terakhir menyebutkan bahwa MPASI sebaiknya diberikan ketika si kecil menginjak umur 6 bulan. Lalu kenapa harus 6 bulan, berikut alasannya :

1. Pemberian makan setelah si kecil berumur 6 bulan memberikan perlindungan
besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi  kurang dari 6 bulan belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknay berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum dia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.


2. Saat bayi berumur 6 bln  keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat si kecil berumur 6 bln.


3. Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan. Saat bayi berumur kurang dari 6 bln, sel-sel di sekitar usus belum siap utk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.


4. Menunda pemberian MPASI hingga 6 bln melindungi bayi dari obesitas dikemudian hari. Proses pemecahan sari2 makanan yg belum sempurna.

Hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan MPASI
  1. MPASI diberikan sedikit demi sedikit, misalnya 2 -3 sendok pada saat pertama, dan jumlahnya bisa ditambah seiring perkembangan bayi, agar terbiasa dengan teksturnya.
  2. Pemberian MPASI dilakukan di sela-sela pemberian ASI dan dilakukan secara bertahap pula. Misalnya untuk pertama 1 kali dalam sehari, kemudian meningkat menjadi 3 kali dalam sehari.
  3. Tepung beras sangat baik digunakan sebagai bahan MPASI karena sangat kecil kemungkinannya menyebabkan alergi pada bayi. Tepung beras yang baik adalah yang berasal dari beras pecah kulit yang lebih banyak kandungan gizinya.
  4. Pengenalan sayuran sebaiknya didahulukan daripada pengenalan buah, karena rasa buah yang lebih manis lebih disukai bayi, sehingga jika buah dikenalkan terlebih dahulu, dikhawatirkan akan ada kecenderungan bayi untuk menolak sayur yang rasanya lebih hambar. Sayur dan buah yang dikenalkan pun hendaknya dipilih yang mempunyai rasa manis.
  5. Hindari penggunaan garam dan gula. Utamakan memberikan MPASI dengan rasa asli makanan, karena bayi usia 6-7 bulan, fungsi ginjalnya belum sempurna. Untuk selanjutnya, gula dan garam bisa ditambahkan tetapi tetap dalam jumlah yang sedikit saja. Sedangkan untuk merica bisa ditambahkan setelah anak berusia 2 tahun.
  6. Untuk menambah cita rasa, MPASI bisa menggunakan kaldu ayam, sapi, atau ikan yang Anda buat sendiri, serta bisa juga disertakan berbagai bumbu seperti daun salam, daun bawang, seledri.
  7. Jangan terlalu banyak mencampur banyak jenis makanan pada awal pemberian MPASI, namun cukup satu per satu saja. Berikan dulu dalam 2-4 hari untuk mengetahui reaksi bayi terhadap setiap makanan yang diberikan, untuk mengetahui jika ia memiliki alergi terhadap makanan tertentu.
  8. Perhatikan bahan makanan yang sering menjadi pemicu alergi seperti telur, kacang, ikan, susu dan gandum.
  9. Telur bisa diberikan kepada bayi sejak umur 6 bulan, tetapi pemberiannya bagian kuning terlebih dahulu, karena bagian putih telur dapat memicu reaksi alergi.
  10. Madu sebaiknya diberikan pada bayi usia lebih dari 1 tahun karena madu seringkali mengandung suatu jenis bakteri yang bisa menghasilkan racun pada saluran cerna bayi yang dikenal sebagai toksin botulinnum (infant botulism).
  11. Pengolahan MPASI harus higienis dan alat yang digunakan juga diperhatikan kebersihannya.
Tahapan-tahapan pengenalan MPASI

Mulai usia 6 bulan
Tekstur makanan : semi cair.
Mulailah dengan makanan lunak seperti biskuit yang diencerkan pakai air atau susu. Kenalkan pula bubur susu dalam jumlah sedikit demi sedikit. Bubur susu sebaiknya dibuat sendiri dari tepung beras yang dicampur dengan ASI atau susu formula. Untuk pengenalan rasa, selingi dengan tepung beras merah, kacang hijau, atau labu kuning.
Mulai pemberian sayuran yang dijus, kemudian buah yang dhaluskan atau di jus. Sayur dan buah yang disarankan yaitu: zicchini, pisang, pir, alpukat, jeruk.
Pemberian ASI atau susu formula di selang seling waktu makan utama.Untuk kebutuhan susu/cairan dihitung dari kebutuhan cairan per usia dan berat badan bayi. Kebutuhan cairan pada usia bayi trimester pertama sekitar 150cc/hari/berat badan.Trimester kedua sebesar 125cc/kg BB/hr dan trimester ketiga 110 cc/kg BB/hr.Contoh usia 12 bulan bb 10 kg, kebutuhan cairan sebesar 110 cc x 10 kg = 1.100 cc

Mulai usia 7 bulan
Perkenalkan dengan tekstur yang lebih kasar (semi padat) yaitu bubur tim saring. Coba terus seandainya bayi menolak atau muntah karena tahapan ini harus dilaluinya. Jika tidak nanti bayi akan malas mengunyah.
Perhatikan asupan zat besi seperti hati sapi karena di usia ini cadangan zat besi bayi mulai berkurang.
Setelah secara bertahap pemberian tim saring, bayi bisa dikenalkan dengan nasi tim tanpa disaring.
Jenis sayur dan buah yang disarankan: asparagus, wortel, bayam, sawi, bit, lobak, kol, mangga, blewah, timun suri, peach.
Bisa juga ditambahkan ayam, sapi, hati ayam/sapi, tahu, tempe.

Mulai usia 9 bulan
Mulai dikenalkan dengan bubur beras atau nasi lembek, lauk pauk dengan sayuran seperti sup.

Pada usia lebih dari 1 tahun, anak sudah bisa mengkonsumsi makanan keluarga.




Thursday, 26 November 2015

Umur yang aman untuk bayi belajar mandi dengan air dingin

Sekarang ini, Alhamdulillah seminggu sekali shakindut aku ajakin babyspa karena memang luar biasa manfaatnya. Kalo belum tau manfaatnya bisa dibaca http://nurindahpurnama.blogspot.co.id/2015/11/baby-spa-di-rumah-aja-d.html
Nah, karena shakindut sudah semakin banyak tingkah dan polahnya ketika berenang, jadi muncul ide untuk memperbesar ukuran kolam baby spa-nya. Biar lebih enak tuh shakindut berenangnya.. lari kesana kemari.. duhh.. ngebayanginnya aja udah senyum-senyum girang sendiri. Tapi.... jadi muncul permasalahan baru. Masalahnya adalah berapa panci air yang harus aku masak??? Hahahaha...
Iya, karena di rumah tidak ada pemanas air, jadi selama ini bunda ndut nya pagi-pagi udah masak air kurang lebih sampe 6 panci agar bisa menghasilkan kolam babyspa hangat yang memanjakan shakindut. Akhirnya jadi muncul ide bagaimana kalo airnya diganti air dingin aja kalo kolamnya udah diganti yang versi jumbo. Tapi umur berapa ya yang aman untuk si-kecil mengenal air dingin untuk mandi atau berenang? Mari kita membahasnya :D

Setiap bunda pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya, begitu juga dengan hal memandikan. Setiap hari yang tidak punya shower di rumah, si-bunda pasti memasakkan air dulu untuk memandikan si buah hati. Kasihan dong, anak kecil masak dimandiin pake air dingin? Nanti kedinginan lagi atau bisa-bisa pilek. Iya, kekuatiran yang berlebihan kadang. Padahal sebenarnya banyak manfaat yang di dapatkan bagi si kecil jika dimandikan dengan air dingin.

Manfaatnya adalah :
1.  Meningkatkan kekebalan tubuh
Mandi air dingin akan meningkatkan jumlah sel darah putih bila dibandingkan dengan mandi air hangat. Dengan meningkatnya jumlah sel darah putih, tubuh akan lebih mampu melawan kuman penyakit.

2. Meningkatkan metabolisme
Air dingin dapat memaksa tubuh si bayi untuk dapat menghasilkan energi yang lebih besar guna menghangatkan tubuh si bayi. Oleh karena itu, memandikan bayi dengan air dingin lebih baik bila dibandingkan dengan memandikan bayi dengan air hangat. Akan tetapi dengan ketentuan tidak sedang musim dingin atau tinggal di daerah yang dingin serta bayi dalam kondisi sehat.






Lalu pada umur berapa yang paling aman untuk si kecil mandi atau berenang di air dingin?

Menurut dokter spesialis anak dari Womens and Child Center, Rumah Sakit Brawijaya, Atilla Dewanti mengatakan ada syarat jika ingin memandikan bayi dengan air dingin. "Minimal bayi berumur enam bulan," kata Atilla di Graha Unilever, Senin 27 Agustus 2012. Pertimbangan usia enam bulan bagi bayi ini, kata dia mengingat kulit perut dan tubuhnya yang masih tipis. Meski begitu, Atilla melanjutkan, ada bayi yang bisa mandi air dingin di bawah usia enam bulan, bahkan semenjak umur 2 bulan. Namun, Atilla menegaskan, ketahanan terhadap air dingin sangat tergantung dengan ketahanan fisik bayi karena apabila bayi tidak tahan dimandikan dengan air dingin, dapat mengakibatkan hipotermia atau bayi tidak dapat mengembalikan suhu normal badannya sendiri. "Bila terkena hipotermia, biasanya bayi akan lupa bernapas," ujar Atilla.

Namun, bayi yang lahir prematur tidak dianjurkan dimandikan dengan air dingin di usia 2 bulan. Selain kulit bayi lahir prematur lebih tipis dan butuh waktu lama untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, bayi prematur dikhawatirkan akan mengalami hipotermia (kedinginan) yang bisa berakibat menghambat tumbuh kembangnya.

Nah, jadi seperti itu bunda. Lebih amannya untuk buah hati kita, di ajakin renangnya di air dingin ketika usianya mulai dari 6 bulan aja, ini menurut bunda ndut sih.. Wah... berarti kurang beberapa hari lagi nih shakila bisa berenang di air dingin! Asyikk... Kolamnya bisa sewa yang lebih besaran lagi sekaligus gak perlu berkali kali masak air, hehehe.. Dan mungkin nanti shakindut berenang di air dinginnya agak siangan aja ya.. kalo pagi-pagi takut kedinginan (masih aja kuatir) :P

Akhir kata semoga artikel ini bermanfaat, smangat bunda :D